Distro Warnet Goes International!
Zencafe GNU/Linux atau singkatnya Zencafe merupakan salah satu keluarga distro Zenwalk (sebelumnya MiniSlack). Zencafe dikembangkan di Indonesia merupakan penjelmaan dari distro LiGOS yaitu kernel yang dikembangkan programmer relawan dari seluruh dunia dibawah koordinasi Linus Torvalds. Kendati kernel merupakan jantung dari sebuah sistem operasi, ia belum dapat berfungsi secara terpisah. Sumbangan aplikasi dasar termasuk packages dari GNU Projects, memungkinkan terbentuk sebuah sistem operasi dengan fitur penuh dan diberi nama GNU/Linux.’,Linux adalah kernel yang dikembangkan programmer relawan dari seluruh dunia dibawah koordinasi Linus Torvalds. Kendati kernel merupakan jantung dari sebuah sistem operasi, ia belum dapat berfungsi secara terpisah. Sumbangan aplikasi dasar termasuk packages dari GNU Projects, memungkinkan terbentuk sebuah sistem operasi dengan fitur penuh dan diberi nama GNU/Linux.’,
Linux for Indonesia Goes Open Source. Zencafe yang dikhususkan untuk kebutuhan warnet telah menjadi pionir distro Internet Cafe yang berkiprah Internasional.

Tampilan-1: Zencafe Desktop
Seperti Zenwalk, Zencafe adalah turunan distro Slackware yang diidisain se ringan mungkin agar dapat jalan di komputer generasi lampau.
Spesifikasi hardware paling minimal disebutkan yang penah dicoba pengembangnya adalah AMD K6-2 300 dengan memori 64MB. Mulai nyaman digunakan pada komputer kelas Pentium3 dengan memori 128.

Tampilan-2: Zencafe Billing
Versi 1.0 dari Zencafe dirilis 9 April 2007 mengemas kernel yang dikembangkan programmer relawan dari seluruh dunia dibawah koordinasi Linus Torvalds. Kendati kernel merupakan jantung dari sebuah sistem operasi, ia belum dapat berfungsi secara terpisah. Sumbangan aplikasi dasar termasuk packages dari GNU Projects, memungkinkan terbentuk sebuah sistem operasi dengan fitur penuh dan diberi nama GNU/Linux.’, (‘Linux adalah kernel yang dikembangkan programmer relawan dari seluruh dunia dibawah koordinasi Linus Torvalds. Kendati kernel merupakan jantung dari sebuah sistem operasi, ia belum dapat berfungsi secara terpisah. Sumbangan aplikasi dasar termasuk packages dari GNU Projects, memungkinkan terbentuk sebuah sistem operasi dengan fitur penuh dan diberi nama GNU/Linux.’, Linux kernel 2.6.20, gyachenhanced (yahoo messenger with cam), CCL billing warnet, program Autorecovery (deepfreeze) dan banyak lagi aplikasi lainnya.

Tampilan-3: Zencafe Office
Zencafe pada prinsipnya siap dan mendukung Linux Terminal Server Project (LTSP) adalah paket add-on untuk Linux yang memungkinkan banyak terminal atau PC yang serentak memanfaatkan sebuah komputer server yang sama. Aplikasi di server dijalankan via terminal thin client yang menangani urusan input dan output. Kelompok thin clients tersebut juga dikenal sebagai X Terminals yang umumnya dapat dibangun menggunakan komputer usang jaman baheula tanpa hard disk.
Teknologi LTSP sangat popular diterapkan, – termasuk di Indonesia, – untuk komputerisasi di sekolahan dengan biaya rendah. Distrubusi Linux yang mengadopsi LTSP termasuk K12LTSP (Red Hat/Fedora), Skolelinux, AbulEdu, Edubuntu dan Deworks. Proyek LTSP didirikan dan diketuai oleh Jim McQuillan.’, (‘Linux Terminal Server Project (LTSP) adalah paket add-on untuk Linux yang memungkinkan banyak terminal atau PC yang serentak memanfaatkan sebuah komputer server yang sama. Aplikasi di server dijalankan via terminal thin client yang menangani urusan input dan output. Kelompok thin clients tersebut juga dikenal sebagai X Terminals yang umumnya dapat dibangun menggunakan komputer usang jaman baheula tanpa hard disk.
Teknologi LTSP sangat popular diterapkan, – termasuk di Indonesia, – untuk komputerisasi di sekolahan dengan biaya rendah. Distrubusi Linux yang mengadopsi LTSP termasuk K12LTSP (Red Hat/Fedora), Skolelinux, AbulEdu, Edubuntu dan Deworks. Proyek LTSP didirikan dan diketuai oleh Jim McQuillan. LTSP. Di versi 1.0 belum disertakan by default dan direncanakan pada versi berikutnya seirama dengan induknya Zenwalk
Dokumentasi dan tutorial


kemana ? gimana spy dapet cd instalnya? ini khusus server warnet ato sekalian buat client?
Komentar oleh kusd -lampung — 17 Juni 2007 @ 12:12 pm
dimana dapetinnya…… masak harus donlot lama nian. di bandung ada gak?
Komentar oleh ery — 17 Juli 2007 @ 3:31 pm
pesen aja lewat net ….
cara nya ????
pesen ama om google ..
)
Komentar oleh deanet — 19 Juli 2007 @ 6:28 pm
untuk pemesanan luar kota blitar, saya tidak menyediakannya, maaf
jika ada di blitar, bisa langsung di copy
ato mo download sendiri bisa juga
download di http://kambing.vlsm.org
beli online http://www.gudanglinux.com
Komentar oleh bayu — 19 Juli 2007 @ 6:33 pm
mohon tanya gimana cara setting di zencafe biar bisa file sharing antar computer, soalnya saya baru aja install zencafe buat warnet saya. mohon penjelasannya, klo bisa di email saya ya mas
Komentar oleh eko apri — 28 Juli 2007 @ 10:14 pm
cara file sharing di zencafe gimana mas? ajarin caranya dong
Komentar oleh ekoapri — 28 Juli 2007 @ 10:22 pm
Samba Server (Komputer yag file/direktorinya ingin anda share)
1. Pastikan anda mengaktifkan SAMBA Service saat pertama kali install, jika tidak, anda dapat mengaktifkannya lewat Menu > System > Zenpanel, lalu klik Startup Services
2. Buka SWAT (Menu > System > Samba Web Administration Tools), login dengan user root & password.
3. klik ikon GLOBALS, ikuti langkah berikut ini:
* Workgroup, ganti dengan nama workgroup anda
* Netbiosname, ganti ini dengan nama komputer anda
* Security, ganti dengan “SHARE”
* Klik “Commit Changes”
4. Klik ikon SHARES, ikuti langkah berikut:
* Masukkan nama share, sebagai contoh: Documents, lalu klik “Create Share”
* Path, ganti dengan letak folder yang ingin anda share, sebagai contoh: /home/username/Documents
* Read only, ganti dengan “NO”
* Guest ok, ganti dengan “YES”
* Klik “Commit Changes”
5. Ganti permission /home/username/Documents ke RWX (777), jika anda tidak tahu bagaimana caranya, klik kanan saja folder Document > Properties > Permission, ganti semua ke Read & Write.
6. Ok, sekian. Simple kan?
Samba Client (Komputer untuk membaca share direktori)
Anda hanya memerlukan 1 kali langkah ini. Anda tidak memerlukan langkah ini lagi selama anda tetap menggunakan Zencafe anda.
Klik Menu > Network > FuseSMBTools, ganti Mountpoint directory ke Network diektori anda Contoh: /home/username/Network lalu Save.
Hanya itu? Ya hanya itu. Klik shortcut Network pada desktop setiap kali anda ingin mengakses share direktori komputer lain.
Goodluck
Komentar oleh bayu — 29 Juli 2007 @ 5:28 pm
— faraz wrote:
> makasih banget nih udah dikasih solusinya, tapi
> masih ada pertanyaan lainnya mas semoga gak bosan
> dengan pertanyaan saya.
> ada beberapa masalah yg saya dapati sewaktu
> menginstall zencafe dan sesudah zencafe terinstall
> 1. ada komputer yg udah berhasil saya install, sampe
> selesai, sewaktu diminta reboot, pas masuk layar
> zencafe tiba2 monitor gak bisa tampil, hanya lampu
> nya aja yg kedip2 padahal saat install lancar2 aja
> tuh.
ini cuman masalah konfigurasi monitor di xserver nya
monitor yang terkonfigurasi di xserver refresh rate
nya kegedean, sehingga monitor fisik nya tidak kuat
atau tidak mendukung refresh rate tsb.
coba lakukan lagi konfigurasi xorg server nya, secara
manual bisa dilakukan dengan perintah sbb
waktu boot, monitor langsung kelip2, tekan kombinasi
tombol Ctrl+Alt+Backspace secara simultan sampe masuk
ke mode teks, masuk / login sebagai root, kemudian
ketikkan
xorgconfig
atau
videoconfig
http://manual.zenwalk.org/en/ch03s09.html
(ini akan mengedit file /etc/X11/xorg.conf )
ikuti langkah2 nya, dan sesuaikan dengan h/w yang ada
> 2. gimana cara sharing computer yg ada di server
> biar user bisa langsung print hasil ketikan mereka.
tinggal mengarahkan cups/printer device nya ke
komputer server yang ada printernya, dengan syarat di
komputer server, printer telah di sharing
> 3. zencafe udah berhasil saya install, monitor jg
> tetep nyala, buat browsing jg oke tp masalahnya kok
> tiba2 panel2 (menu bar) nya ilang jd cuma ada icon2
> aja yg ada di dekstop, trus waktu klik kanan dan
> saya pilih firefox tetep aja gak bisa masalahnya apa
> tuh mas? apa perlu install ulang lagi?
ngga perlu mas, di linux semua masalah bisa diatasi
dengan melihat warning ataupun log
warning / log yang ditampilkan pada waktu eror apa mas
?
>
> segitu aja dl deh pertanyaan dari saya, maaf kalo
> terlalu banyak, sebelumnya saya ucapkan terimasih
>
>
>
> Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com
ok thankss
Komentar oleh bayu — 30 Juli 2007 @ 7:50 am
duh pengen deh punya tampilan zencafe yg ada si skrinsut nya mas bayu tp, udah bisa jalan lancar aja udah seneng. tp masalahnya diwarnetku blom bisa pake billing, printer, ma floppy. udah coba baca2 di webnya mas bayu ini ma di web nya awali masih aja blom bisa, padahal udah ngikutin langkah2nya ampe berkali2 tapi tetep aja gak bisa
( tolongin lebih jelas dong klo perlu beli bukunya, aku beli deh
Komentar oleh ekoapri — 30 Juli 2007 @ 7:12 pm
saya udah coba install zencafe di pc IBM 300PL, masalahnya sound onboard nya nggak bisa dikenali. gimana caranya agar sound cardnya ke detect ???
terima kasih
Komentar oleh fandi — 3 Agustus 2007 @ 10:47 am
ada cara manual, masuk ke mode konsole, trus login sebagai root
trus jalankan alsaconf
#alsaconf
ikuti aja petunjuknya, dan jangan lupa juga, pilih modul sound yang sesuai dengan yang ada di komputer
udah gitu aja, moga aja sound card nya di detek ama alsa
Komentar oleh bayuart — 3 Agustus 2007 @ 2:59 pm
mas mas… tulung kasih petunjuk nginstall printer canon di zencafe dong mas..? shank you before..
Komentar oleh donny — 5 Agustus 2007 @ 9:26 pm
printer canon nya type apa ?
coba cek di http://www.canon.com.sg
setelah itu baru cek di cups nya, tapi pastikan dulu cups sudah jalan
coba cek dengan mengakses ke http://localhost:631
Komentar oleh bayu — 5 Agustus 2007 @ 9:30 pm
Sudah aku jalankan alsaconf nya tapi sound cardnya tetap tidak dikenali.
PC IBM 300PL mempunyai Sound card onboard. Tipe chipnya adalah cs4235 (Cirrus Logic). Aku liat disitusnya ALSA disebutkan bahwa chip tersebut disupport makek module cs4236. yang jadi masalah adalah ternyata setelah aku liat lebih jauh Module Alsa CS4236 tidak ikut diinstall pada kernelnya.
yang ingin saya tanyakan gimana cara mengaktifkan/ menambahkan module alsa driver cs4236 pada ZENCAFE 1.0. mohon penjelasannya kalau bisa disertai dengan contohnya ya mas.
Terima kasih.
Komentar oleh fandi — 7 Agustus 2007 @ 10:50 am
untuk sementara hasil dari perintah lspci apa mas ?
bisa di pastekan disini ?
mungkin untuk soundcard yang ada sekarang bisa diakali dengan menjalankan perintah ini pake root
modprobe snd-card-cs4236
kemudian
/etc/rc.d/rc.alsa restart
ato bikin taruh script ini di /etc/rc.local
#!/bin/sh
modprobe snd_cs4236
modprobe snd-pcm-oss
modprobe snd-mixer-oss
modprobe snd-seq-oss
Komentar oleh bayu — 7 Agustus 2007 @ 2:45 pm
ini list pci yang terdeteksi di pc saya :
root[cs423x]# lspci
00:00.0 Host bridge: Intel Corporation 440BX/ZX/DX – 82443BX/ZX/DX Host bridge (rev 03)
00:01.0 PCI bridge: Intel Corporation 440BX/ZX/DX – 82443BX/ZX/DX AGP bridge (rev 03)
00:02.0 ISA bridge: Intel Corporation 82371AB/EB/MB PIIX4 ISA (rev 02)
00:02.1 IDE interface: Intel Corporation 82371AB/EB/MB PIIX4 IDE (rev 01)
00:02.2 USB Controller: Intel Corporation 82371AB/EB/MB PIIX4 USB (rev 01)
00:02.3 Bridge: Intel Corporation 82371AB/EB/MB PIIX4 ACPI (rev 02)
00:03.0 Ethernet controller: Intel Corporation 82557/8/9 [Ethernet Pro 100] (rev 05)
00:14.0 USB Controller: VIA Technologies, Inc. VT82xxxxx UHCI USB 1.1 Controller (rev 61)
00:14.1 USB Controller: VIA Technologies, Inc. VT82xxxxx UHCI USB 1.1 Controller (rev 61)
00:14.2 USB Controller: VIA Technologies, Inc. USB 2.0 (rev 63)
01:00.0 VGA compatible controller: S3 Inc. Savage 4 (rev 02)
ini hasil modprobe dari modul cs4236 :
root[cs423x]# modprobe snd-card-cs4236
FATAL: Module snd_card_cs4236 not found.
ini berarti kan emang nggak ada modul cs4236 yang terinstal oleh zencafe?
terima kasih
Komentar oleh fandi — 8 Agustus 2007 @ 9:03 am
mas, tu kok di pci soundcardnya gak kliatan ?
jangan2 tu card nya pake ISA ya ?
kalo pake ISA, mending pake alsaconf lagi
trus pilih search yang ISA aja
mungkin yang kemaren mas’e waktu pake alsaconf belom milih yang ISA
Komentar oleh bayu — 8 Agustus 2007 @ 10:19 am
mas pada zencafe kok cdrom kou ga terdeteksi ya.kalo mau seting hardware masuknya kema ya
Komentar oleh wira — 8 Agustus 2007 @ 10:18 pm
gak deteknya gimana mas maksudnya ?
apakah waktu memasukkan cd ke cdrom tidak terlihat di dekstop
ato gak mau di mount ?
coba untuk lebih jelasnya, mas wira jalankan perintah
dmesg |grep cdrom
hasil perintah tsb diatas di pastekan disini, sapa tau ntar cuman masalah mount point aja
Komentar oleh bayu — 8 Agustus 2007 @ 10:22 pm
setelah saya dmesg |grep cdrom tidak ada tampilan apa…..?
Komentar oleh aira — 10 Agustus 2007 @ 8:30 pm
mo tanya lagi mas, mozilla di zencafe ku kok kadang ada yg suka not responding gt trus disuruh restart. pas udah direstart masih jg gt disuruh restart lagi. ada cara biar mozilla bisa kebuka gak?
Komentar oleh ekoapri — 13 Agustus 2007 @ 4:55 pm
Aku pake printer POS Epson TMU220 untuk mencetak nota di komputer kasir, billingnya pake Cafe Con Leche (CCL) yang sudah terinstall bersama ZenCafe. Setelah diinstall, printernya sudah jalan, tapi line feednya terlalu banyak (sepanjang kertas A4) padahal nota kan biasanya pendek pendek saja. Bagaimana caranya mengurangi line feed tsb?
NB: pilihan ukuran kertas di printer properties memang cuma 4 (kwarto, folio, A4 dan FanFoldUS) jadi memang tidak ada pilihan untuk kertas struk roll.
Komentar oleh devina — 14 Agustus 2007 @ 12:40 am
alo mas bayu, warnet saya yang berlokasi di majalengka jawa barat baru migrasi neh dari windows ke linux pakenya Zencafe. Ada beberapa fungsi yang biasa dijalankan di windows, saya belum menguasai, pertama : Sharing folder/data antar client, saya udah ikuti semua petunjuk yang ada di blog ini, waktu saya buka folder yg dishare, muncul jendela “FAILED TO OPEN DIRECTORY DOCUMENTS” no such file or directory, itu kenapa ya mas ? terus fungsi scan ama burning belum saya kuasai kalo ada caranya saya mohon buat disharing mas. kalo mas sempet, bisa kirim penjelasannya ke email saya. terima kasih.
Komentar oleh Diendien — 22 Agustus 2007 @ 5:41 pm
untuk instalasi
http://www.awali.or.id/downloads/step-by-step-instalasi-zencafe.pdf
untuk manual book
http://manual.zenwalk.org/en/
untuk sharing
Sharing File sederhana dengan SAMBA pada Zencafe/Zenwalk
Tutorial ini tentang cara praktis untuk share file anda dengan samba pada Zencafe. Cara cepat dan mudah.
Samba Server (Komputer yag file/direktorinya ingin anda share)
1. Pastikan anda mengaktifkan SAMBA Service saat pertama kali install, jika tidak, anda dapat mengaktifkannya lewat Menu > System > Zenpanel, lalu klik Startup Services
2. Buka SWAT (Menu > System > Samba Web Administration Tools), login dengan user root & password.
3. klik ikon GLOBALS, ikuti langkah berikut ini:
* Workgroup, ganti dengan nama workgroup anda
* Netbiosname, ganti ini dengan nama komputer anda
* Security, ganti dengan “SHARE”
* Klik “Commit Changes”
4. Klik ikon SHARES, ikuti langkah berikut:
* Masukkan nama share, sebagai contoh: Documents, lalu klik “Create Share”
* Path, ganti dengan letak folder yang ingin anda share, sebagai contoh: /home/username/Documents
* Read only, ganti dengan “NO”
* Guest ok, ganti dengan “YES”
* Klik “Commit Changes”
5. Ganti permission /home/username/Documents ke RWX (777), jika anda tidak tahu bagaimana caranya, klik kanan saja folder Document > Properties > Permission, ganti semua ke Read & Write.
6. Ok, sekian. Simple kan?
Samba Client (Komputer untuk membaca share direktori)
Anda hanya memerlukan 1 kali langkah ini. Anda tidak memerlukan langkah ini lagi selama anda tetap menggunakan Zencafe anda.
Klik Menu > Network > FuseSMBTools, ganti Mountpoint directory ke Network diektori anda Contoh: /home/username/Network lalu Save.
Hanya itu? Ya hanya itu. Klik shortcut Network pada desktop setiap kali anda ingin mengakses share direktori komputer lain.
Komentar oleh bayu — 22 Agustus 2007 @ 5:55 pm
temen2.. kalo setting modem dialup pake HP gprs gimana sih di zencafe.. permasalahannya saya nda menemukan wvdial atau kppp/gppp di zencafe..
setelah browsing2 di zenwalk ternyata cara dial bawaan zenwalk sangat rumit buat newbie spt saya.. ada yg bisa kasih tutornya yg sederhana?
saya biasanya pake opensuse/ubuntu/pclinuxos udah lancar semua inetnya.. kemaren ganti zencafe ehh.. nda bisa nemuin cara dialup nya.. kalo di ‘lsusb’ modem saya udah kedetek ky didistro laen..
makasih.. moga2 cepet dijawab
Komentar oleh daniel — 25 Agustus 2007 @ 9:29 am
coba mas ini referensinya
http://support.zenwalk.org/index.php/topic,870.0.html
http://support.zenwalk.org/index.php/topic,1149.0.html
http://support.zenwalk.org/index.php/topic,1489.0.html
http://support.zenwalk.org/index.php/topic,2245.0.html
http://beranger.org/index.php?article=1384&page=3k
ato pake gnome-ppp
download dari
http://www.linuxpackages.net/download.php?id=4698
Komentar oleh bayu — 25 Agustus 2007 @ 5:17 pm
saya coba mas.. thx buat infonya bbrp juga saya udah coba dari referensinya tapi masih blon berhasil.. btw dizencafe kan pake xfce, kalo instal gnome-ppp apa bisa? thx berat
Komentar oleh daniel — 25 Agustus 2007 @ 5:41 pm
Mas setting billing ccl tuh gmn mas supaya settingan tetep alias ga berubah setiap kali reboot.
ama cara seting biayanya sekalian mas rencananya biaya dihitung per menit Rp. 50,-
makasih mas
Komentar oleh taufieq — 6 September 2007 @ 7:38 pm
seting billing CCL di Zencafe
untuk klien
-masuk ke menu > system > zenpanel
-masukkan password root jika diminta
-tampil menu zenwalk system tools manager, kemudian pilih icon Netcafe billing settings untuk memulai konfigurasinya
-masuk ke zencafe internet cafe management software, pilih bagian client: install as client mode kemudian klik ok
-masukkan nama untuk digunakan oleh klien sesuai dengan nama direktori user di /home, misal re01 untuk user dengan dir home di /home/red01
-kasih nama yang unik untuk komputer klien, misal redcafe02
-selanjutnya masukkan ip komputer server billing
-kemudian Close
-masuk ke menu > quit > logout untuk mengaktifkan CCL pada komputer klien
-selesai untuk mengkonfigurasi billing CCL klien
untuk server CCL
-langkah pertama sama dengan langkah awal diatas
-langsung masuk ke zenpanel dan pilih Netcafe Billing Setting dengan meng-klik 2x
-pilih internet cafe management softwarem pilih Install as Server Mode
-masukkan nama komputer server billing (sesuaikan dengan nama komputer server yang di klien tadi)
-logout
-posisi di tampilan awal CCL
-klik new client di posisi atas CCL, kemudian masukkan nama unik sesuai dengan nama unik di setingan klien tadi, kemudian klik add new client
-lakukan hal sama dengan jumlah klien yang ada
untuk seting tarif, klik menu Tarif, seting disitu aja
untuk seting biaya per menit rp. 50
masuk menu tarif, kemudian Fractioned after … minutes
isi dengan 1, untuk 1 menit
trus ke menu add price, disini isi nilai minutes dengan 1 dan price isi dengan 50 kemudian accept
selesai…
Komentar oleh bayu — 7 September 2007 @ 5:43 pm
kok zencafe ga isa detect flashdisk
saya coba dengan
mkdir /mnt/usb
mount /mnt/usb /dev/sda1
tapi ga bisa gimana solusinya
masak ga bisa
Komentar oleh ian — 10 September 2007 @ 2:29 pm
kok zencafe ga isa detect flashdisk
saya coba dengan
mkdir /mnt/usb
mount /mnt/usb /dev/sda1
tapi ga bisa gimana solusinya
masak ga bisa tak tunggu ya mas
soalnya warnetnya da operasi
Komentar oleh ian — 10 September 2007 @ 2:30 pm
Mas bayu,
Kok komputer saya gak bisa deteksi DHCP yah?
sebab kompie saya terhubung jaringan yang pake DHCP…
gak dapet IP address jadi gak bisa konek ke jaringan.
Apa mungkin drivernya kurang cocok?
sebab sebelumnya saya pake RH 9 bisa deteksi DHCP sehingga
dapet IPaddress…
terima kasih sebelumnya…
Komentar oleh maringeblog — 10 September 2007 @ 3:34 pm
coba baca disini mas
http://manual.zenwalk.org/en/ch03s04.html#id2560125
jika masih maksa, coba cara manual dhcp nya, jalankan perintah
#dhclient eth0 (misale)
untuk deteksi usb disk, semisal flashdisk
pastikan dulu service
-messagebus/dbus
-scanluns
telah dijalankan (baca http://manual.zenwalk.org/en/ch03s05.html)
sekarang coba colokin lagi usb disk nya, mestinya udah bisa langsung nongol di file managernya (thunar) atau di desktop. gak perlu dibikinkan di /etc/fstab
jika tetep gak tampak, coba cek hasil perintah
dmesg
setelah flashdisk dicolokin, hasilnya pastekan ke sini
Komentar oleh bayu — 10 September 2007 @ 7:54 pm
Kepada Yth,
Bpk Bayu….
Jika pesan cd nya dimana yah pak ? saya berencana untuk membuka warnet kecil-kecil. yah karena modalnya kecil pak.
kira-kira kalau kirim ke luar kota gitu mau apa ndak pak ?
terima kasih.
Komentar oleh Ian — 27 September 2007 @ 4:51 pm
tolong billing untuk linux zencafe yang gratissss, kirimin cd inztalernya ya???
Komentar oleh aris — 3 Oktober 2007 @ 11:37 am
mas aris….
distro zencafe sudah include billing sistem CCL
tinggal diaktifkan aja kok, coba baca2 komentarnya ya..
Komentar oleh bayu — 3 Oktober 2007 @ 12:27 pm
rrgghh………pusing!! bisa di adakan kursus on earth g mas? bukan OL lho
Komentar oleh Mulaaqiyatun_biH — 3 Oktober 2007 @ 9:25 pm
mo nanya klo server tak instal windows dan clientnya pake zencafe untuk internet sharing ma file sharingnya gimana yaaa??
mohon bantuannya om bayu
mo tak coba buat warnet
Komentar oleh dhick — 15 Oktober 2007 @ 6:49 am
server windows ? windows apa ? kalo windows 2000 keatas tinggal ngaktipin ICS di bagian properties networknya. ini dengan syarat kalo windows di bikin ICS default IP nya harus 192.168.0.1
untuk klien setingannya ngikutin aja, mulai no ip 192.168.0.2 dst
trus gateway di arahkan ke mesin windows ICS 192.168.0.1 trus netmask juga ngikutin aja
plus dns nya juga ngikutin ISP, dan beres deh
eh salah yo ? untuk sharing file ? untuk sharing file lebih mudah, di zencafe klik menu …
Tutorial ini tentang cara praktis untuk share file anda dengan samba pada Zencafe. Cara cepat dan mudah.
Samba Server (Komputer yag file/direktorinya ingin anda share)
1. Pastikan anda mengaktifkan SAMBA Service saat pertama kali install, jika tidak, anda dapat mengaktifkannya lewat Menu > System > Zenpanel, lalu klik Startup Services
2. Buka SWAT (Menu > System > Samba Web Administration Tools), login dengan user root & password.
3. klik ikon GLOBALS, ikuti langkah berikut ini:
* Workgroup, ganti dengan nama workgroup anda
* Netbiosname, ganti ini dengan nama komputer anda
* Security, ganti dengan “SHARE”
* Klik “Commit Changes”
4. Klik ikon SHARES, ikuti langkah berikut:
* Masukkan nama share, sebagai contoh: Documents, lalu klik “Create Share”
* Path, ganti dengan letak folder yang ingin anda share, sebagai contoh: /home/username/Documents
* Read only, ganti dengan “NO”
* Guest ok, ganti dengan “YES”
* Klik “Commit Changes”
5. Ganti permission /home/username/Documents ke RWX (777), jika anda tidak tahu bagaimana caranya, klik kanan saja folder Document > Properties > Permission, ganti semua ke Read & Write.
6. Ok, sekian. Simple kan?
Samba Client (Komputer untuk membaca share direktori)
Anda hanya memerlukan 1 kali langkah ini. Anda tidak memerlukan langkah ini lagi selama anda tetap menggunakan Zencafe anda.
Klik Menu > Network > FuseSMBTools, ganti Mountpoint directory ke Network diektori anda Contoh: /home/username/Network lalu Save.
Hanya itu? Ya hanya itu. Klik shortcut Network pada desktop setiap kali anda ingin mengakses share direktori komputer lain.
Goodluck
Komentar oleh bayu — 15 Oktober 2007 @ 7:58 pm
thanx ntar tak coba dulu nie lagi pake pinux ,untuk buka file share dari winxp harus kasih pass rootnya pa settingan dipinuxku salah yaaa??
ask lagi donk gua buka email yahoo pake mozilla dipinux kok ada gambar yang ngak tampil yaaa??
padahal untuk web yang lain gambar masuk smua…
jadi bingung sendiri
thanx before
Komentar oleh dhick — 16 Oktober 2007 @ 6:33 pm
Mas Bayu Yth.
Saya sangat berterimakasih dan menghargai atas di-realese-nya Zencafe
Saya sudah menggunakan Zencafe 1.0 sejak 2 bulan yang lalu. Komentar saya Zencafe Sangat Luar Biasa….. Saya ada beberapa pertanyaan.
1. bisakah billing ccl beroperasi secara dhcp? solusi billing untuk dhcp gimana ya?
2. saya sudah coba zencafe 1.2 tetapi banyak permasalahan diantaranya terminal tidak bisa diaktifkan di modus grafis, jika dijalankan langsung masuk modus text, dan tidak bisa ngapa-ngapain. kemudian ccl tidak lagi terdapat di zenpanel. saya malah lebih suka pake yang 1.0
sekian pertanyaan saya. terimakasih, semoga dijawab
Komentar oleh Nanang — 23 Oktober 2007 @ 9:16 pm
1. maaf mas, saya belom coba menggunakan dhcp, soalnya kalo untuk warnet mode dhcp akan mempersulit memanage b/w yang digunakan (ini berlaku di tempat saya, kemungkin di tempat lain beda)
2. di versi 1.2, menu ccl dan autorecovery bisa digunakan setelah zenpanel di maximize, trus untuk terminal, kemungkinan terminal tsb transparent, solusinya ubah background wallpapernya
Komentar oleh bayu — 23 Oktober 2007 @ 9:20 pm
Terimakasih atas jawaban pertanyaan saya sebelumnya
untuk pertanyaan no 1 saya sebelumnya, sebelumnya saya minta maaf, saya newbie banget. begini saya pake speedy, sama telkom dah dikasih modem d-link yang tulisan di box-nya adsl2+router.
untuk koneksi saya colokkan modem ke switch, trus semua klien saya setting dhcp. saya ga tau ini dah bener apa belum.
kalo mau dibikin yang nggak dhcp gimana ya? susah ga?
sekali lagi terimakasih mas bayu.
Komentar oleh Nanang — 23 Oktober 2007 @ 9:43 pm
ok, pake mode gitu boleh juga, cuman masalahe modem dari telkom gak support QoS (pada umume gitu), jika pake mode tsb, klien emang bisa langsung konek menggunakan dhcp dari modem, tapi mode tsb banyak kelemahane, misal b/w tidak bisa di pantau dan b/w tidak merata.
untuk mengeset agar tidak menggunakan dhcp, mas’e harus tau dulu ip LAN dari modem tsb. misal ip LAN modem tsb 192.168.1.1 dengan netmask 255.255.255.0, ingat baik2 ip dan netmask ini, setelah itu matikan fungsi dhcp server di modem. kemudian set ip masing2 komputer dengan urutan ip mulai dengan
ip 192.168.1.2 s/d 192.168.1.254
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.1.1
DNS1 202.134.0.155
DNS2 202.134.1.10
untuk lebih jelas soal DNS telkom lihat
http://bayuart.wordpress.com/2007/08/22/dns-isp-telkom/
Komentar oleh bayu — 23 Oktober 2007 @ 9:57 pm
Yth Mas Bayu
Saya sudah terapkan petunjuk yang mas bayu berikan
dan berhasil. Terimakasih atas ilmu dan pencerahannya.
terimakasih sekali lagi. Semoga Allah SWT membalas kebaikan anda
Komentar oleh Nanang — 23 Oktober 2007 @ 10:21 pm
Dear zen cafe master, saya baru install zen cafe, konfigurasi samba sharing dan akses sharing folder di network sudah berhasil.
akan tetapi saya ada 1 server debian yang untuk mengaksesnya dibutuhkan otentifikasi username n password, nah, kalo dari saya akses dari distro2 yg laen bisa (ubuntu, xandros, kubuntu, windows) dengan cara memasukkan username dan password, tapi kenapa di zen cafe ga bisa ya..
pesan “access denied” langsung muncul ketika kita meng-klik ke folder tujuan..
ada cara laen?
thanks b4
Jonathan Susanto
Komentar oleh Jonathan — 24 Oktober 2007 @ 4:45 pm
cara yang sering saya gunakan
edit secara manual konfigurasi samba, di file /etc/samba/smb.conf
dengan user root
#mcedit /etc/samba/smb.conf
kemudian cari (dengan menekan tombol F7) kata security
# Security mode. Most people will want user level security. See
# security_level.txt for details.
security = user
kemudian ubah menjadi
# Security mode. Most people will want user level security. See
# security_level.txt for details.
#security = user
security = share
setelah itu simpan dengan menekan tombol F2 atau langsung keluar dengan menekan tombol F10
kemudian restart samba nya dengan perintah
#/etc/rc.d/rc.smb restart
Komentar oleh bayu — 24 Oktober 2007 @ 6:52 pm
hal tersebut sudah saya lakukan mas Bayu.. melalui samba web administration..
masalahnya masih tetap timbul..
setahu saya cara diatas dilakukan supaya pc laen bisa akses ke sharing local komputer kita kan..
masalah saya adlh, kalo komputer local saya(zen cafe) mao akses ke sharing pc(debian) yang loginnya memerlukan otentifikasi (uname & passwd).. zen cafenya ga mao..
padahal kalo menggunakan distro laen, hal ini ga muncul.. ada apa salah?
trus satu lagi, saat saya ingin masuk ke mode console terminal melalui menu -> system -> terminal/root terminal
maka pesan yang muncul adalah:
“starting up sshd”
mengapa demikian? kenapa saya mengalami kesulitan untuk mengakses terminal?
biasnya di distro laen kan ada jonathan@blablabla#
Komentar oleh Jonathan — 25 Oktober 2007 @ 8:35 am
sebelumnya maaf kalo kemarin salah persepsi
untuk akses samba komputer lain yang menggunakan password, bisa di cek seperti ini, misal
#smbclient \\\\192.168.1.1\\D -U nama_user
kalo gak salah ya, di menu fusesmb ada pilihane kok, maap lupa, nanti saya cek lagi caranya.
untuk “starting up sshd”, itu cuman indikasi / pemberitahuan aja, kalo service sshd dijalankan. jika service sshd dijalankan, komputer yang menjalankan sshd nanti bisa di remote dari komputer lain
Komentar oleh bayuart — 25 Oktober 2007 @ 9:58 am
thanks mas bayu atas infonya, tar saya tes..
tapi ada pertannyaan lagi nih yang belum bs di selesaikan..
kenapa saya tidak bisa masuk terminal (baik mode root/user)?
pas saya klik
menu -> system -> terminal
maka yang ada juga berubah ke mode text tapi ga ada tempat buat saya jalanin command, seperti yang saya bilang sebelumnya ga ada kek
jonathan@jonathan:~$
apakah ada problem dengan zen cafe saya??
padahal pas install ga ada error
trus…
saya mao muter vcd (*.dat) ato dvd (*.vob) pake mplayer kog ga bisa ya? apa belum terinstall plugins nya? dimana saya bisa cari pluginsnya? cara installnya?
makasih banyak..
)
Komentar oleh Jonathan — 25 Oktober 2007 @ 11:55 am
Yth mas Bayu
Mo nanya lagi mas.
gimana cara ngubah resolusi layar login.
di pc ku settingannya terlalu tinggi shg hurufnya keliatan kecil-kecil
terimakasih banyak atas jawabannya
Komentar oleh Nanang — 28 Oktober 2007 @ 1:57 pm
Kepada semua LINUX lovers, sy merupakan Windows user (SEBELUMNYA). Mohon maaf saya nimbrung di blog mas Bayu.
Saat ini saya baru bekerja di sebuah warnet yang tentunya dengan menggunakan distro ZENCAFE 1.2. Saya memang belum pernah menggunakan LINUX (sama sekali) padahal saya bekerja menggunakan komputer sejak 1998.
Untuk OS Windows (3.11 s/d Vista) saya tidak pernah menemukan kesulitan), namun saat ini saya dihadapkan pada kebingungan seperti penginstalan, share data, printing, dsb (masih banyak lagi), dimana saya harus melepas OS lama saya (WINDOWS), dan menggunakan LINUX untuk seterusnya.
Pertanyaan saya:
1. Apakah user seperti saya bisa dibantu dalam menghadapi semua permasalahan seperti yang dihadapi oleh LinuX Lovers di atas (selain beli buku komputer)?
2. Sampai saat ini saya belum bisa menggunakan printer di Zencafe alasannya bukan karena tidak ada printer, tetapi tidak tahu printer apa yang cocok di distro ini. printer Canon Pixma IP1000-1880 sudah saya coba semua tapi tidak ada yang support, mohon petunjuknya?
3. Petunjuk share/transfer data dari Mas Bayu sudah saya coba, tapi ada petunjuk yang berbeda dengan distro saya, mohon petunjuknya?
Trims ya Mas.
Salam kenal 4 semua Linux Lover.
Komentar oleh Rudy — 30 Oktober 2007 @ 12:32 am
ada, banyak sekali jalan menuju roma
-baca dan membaca, bisa membaca dari sumber apa aja, dari internet, dari dokumentasi distro itu sendiri, dll
-malu bertanya sesat di jalan, boleh bertanya kepada semua orang, misal di forum, milis, kpli terdekat, dll
-try and error, pengalaman adalah guru terbaik
untuk driver linux, coba masuk dan download dari situs’e canon di singapura, http://www.canon.com.sg
yang mana ya mas ?
o iya, kalo komputer mas pake minimal p3 trus ram 256m, gak nyoba PCLinuxOS 2007 ? saya rasa distro ini sangat cocok untuk pemula yang migrasi dari windows, meskipun dalam hal kecepatan, masih kalah dari zencafe
untuk mengubah resolusi di zencafe, masuk zenpanel, trus pilih terminal, di terminal ketik init 3
setelah itu jalankan perintah videoconfig atau xorconfig atau Xorg -configure atau langsung edit /etc/X11/xorg.conf
untuk ubah properties GDM, login screen, masuk ke menu system, disitu ada pilihan
Komentar oleh bayu — 30 Oktober 2007 @ 9:49 am
maz bayu klo billing di zen bs buat client XP g???
Komentar oleh bigie_doank — 2 November 2007 @ 2:57 am
Yth Mas Bayu
mo nanya lagi mas, spek komputer klien (zencafe 1.0) p3 733, mem 128 vga n sound intel onboard (built-up pc merk dell tipe optiplex gx110). kok kalo buat buka friendster, firefox suka nge-hang ya.
apa karena memorinya kurang?
terima kasih.
Komentar oleh Nanang — 3 November 2007 @ 8:12 pm
bukan nge-hang, tapi lemot
soale kan FS butuh ngerender flash
udah gitu paling buka firefoxnya banyak
kalo udah gitu, emang masalah RAM mas..
Komentar oleh bayu — 3 November 2007 @ 8:16 pm
Mas Bayu
Saya rencana mau buka warnet dengan menggunakan Linux Zencafe, koneksi saya menggunakan speedy dan diberi settingan dhcp oleh petugas telkom. Pertanyaan saya bisa gak server yang saya jalankan (Zencafe juga) dijadikan router seperti layaknya program Mikrotik yang berjalan di Windows? Dan apa ada program yang untuk manajemen Bandwidth (seperti Winbox pada Mikrotik). Tolong dibantu yah? Matur Nuwun…
Komentar oleh abee — 11 November 2007 @ 6:10 pm
untuk b/w management bisa di cek
http://bayuart.wordpress.com/2007/03/13/htb-gen-cara-mudah-memanage-bandwidth/
untuk router linux, bisa dicek
http://bayuart.wordpress.com/2006/05/04/linux-internet-connection-sharing/
http://bayuart.wordpress.com/2007/10/16/speedy-di-linux/
itu bisa dijadikan referensi, kalo mo gampang lagi ntar tinggal ditambah ini itu ae..
silahkan dipelajari dulu, untuk diaplikasikan ke zencafe juga bisa, tinggal menyesuaikan aja, nanti kalo masih kesulitan silahkan tanya lagi
Komentar oleh bayu — 11 November 2007 @ 9:12 pm
to mas bayu
cara install web cam dizencafe gimana aku pake zecafe 1.2
Komentar oleh aan — 30 November 2007 @ 11:14 am
Mas, zencafe 1.2 sudah ada webservernya belum ya?
saya coba buka http://localhost hasilnya tidak bisa mas.
bagaimana supaya saya bisa menggunakan webservice php dan mysql?
untuk aplikasi web lokal.
saya juga ingin menginstal printer epson photo R230 dan di share juga ingn memburn Cd…dan share CD drive nya. perlu apa saja ya mas, tolong caranya ya mas..
Terimaksih banyak sebelumnya mas bayu.
Komentar oleh myherl — 4 Desember 2007 @ 11:16 pm
mas Bayu yth
perkenalkan saya ferri dari palembang
gini mas boleh minta tolong ngak?? boleh ya mas,pliz!!
tolong kirimin gw cd linux Zencafe yach,,
abis gw donwload susah buangeeeett!!!
email gw : ferri_yusrizal@telkom.net
sekali lagi boleh ya mas..
he..he..he..(maksa banget ya gw)
Komentar oleh ferri — 5 Desember 2007 @ 11:53 am
tanbahan dikit!!! entar seluruh biaya baik cd maupun ongkos kirim, semuanya gw yg tanggung……, thanks.
Komentar oleh ferri — 5 Desember 2007 @ 12:06 pm
salam kenal mas bayu..
mo curhat dan nanya konfigurasi smoothwall koneksi pakek speedy…
untuk nentukan/isi red ip address di smoothwall apa disi no ip dari modem dan untuk dns apa diisi dns dari telkom atau menyesuaikan dengan ipnya smoothwall..
mohon pencerahannya….
Komentar oleh abhri — 13 Desember 2007 @ 6:08 pm
kasarane begini :
mas modemnya di jadikan router ? apakah DHCP server
modem aktif ? (kalo bisa di matikan aja mas dhcp
server modemnya)
kalo iya, seharuse smoothwallnya di pilih model
RED+GREEN
dimana RED di isi dengan IP sekelas modem, misal
modem : 192.168.1.1 netmask 255.255.255.0
jadinya di smoothwall RED diisi sbb
192.168.1.2 s/d 192.168.1.254 netmask 255.255.255.0
gateway diisi 192.168.1.1
DNS : 203.130.196.155
DNS : 202.134.1.10
Komentar oleh bayu — 13 Desember 2007 @ 9:48 pm
thanks mas bayu atas infonya….
salut buat bayuart.wordpress.com moga makin oke aja….
Komentar oleh ferri — 16 Desember 2007 @ 9:28 am
salam kenal mas bayu’ saya menggunakan zencafe 1.2 sdh 3 bulan,itupun pertamakalinya saya mengenal linux,pertayaan saya”:
1.apakah thunar memang berat di zencafe,soalnya ditempatku sering hang,kalo sdh hang cman bisa diminimaze aja
2.kalo saya ssh ke client koq muncul peringatan ini:
root[billingccl]# ssh 192.168.1.21
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
@ WARNING: REMOTE HOST IDENTIFICATION HAS CHANGED! @
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
IT IS POSSIBLE THAT SOMEONE IS DOING SOMETHING NASTY!
Someone could be eavesdropping on you right now (man-in-the-middle attack)!
It is also possible that the RSA host key has just been changed.
The fingerprint for the RSA key sent by the remote host is
3d:7f:80:ea:07:e8:47:57:22:c0:53:4b:d3:63:28:ff.
Please contact your system administrator.
Add correct host key in /root/.ssh/known_hosts to get rid of this message.
Offending key in /root/.ssh/known_hosts:12
RSA host key for 192.168.1.21 has changed and you have requested strict checking.
Host key verification failed.
root[billingccl]#
padahal sebelumnya gk ada peringatan ini
apakah bisa disetting ulang tanpa hrus menginstall ulang mas
trims mas
Komentar oleh topz — 17 Desember 2007 @ 7:38 pm
thunar salah satu file manager di linux yang ringan
untuk masalah hang, kemungkinan mas topz perlu memperhatikan folder apa yang di buka dengan thunar, disamping isi dari folder itu sendiri.
jika tidak yakin apa yang dibuka dengan thunar tsb, coba buka thunar di homedir dulu.
untuk masalah
> root[billingccl]# ssh 192.168.1.21
> @@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
> @ WARNING: REMOTE HOST IDENTIFICATION HAS
> CHANGED! @
> @@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
> IT IS POSSIBLE THAT SOMEONE IS DOING SOMETHING
> NASTY!
> Someone could be eavesdropping on you right now
> (man-in-the-middle attack)!
> It is also possible that the RSA host key has just
> been changed.
> The fingerprint for the RSA key sent by the remote
> host is
> 3d:7f:80:ea:07:e8:47:57:22:c0:53:4b:d3:63:28:ff.
> Please contact your system administrator.
> Add correct host key in /root/.ssh/known_hosts to
> get rid of this message.
> Offending key in /root/.ssh/known_hosts:12
> RSA host key for 192.168.1.21 has changed and you
> have requested strict checking.
> Host key verification failed.
> root[billingccl]#
gak perlu install linux nya, itu error biasa. coba mas langsung del di homedir komputer yg dibuat akses ssh, direktori .ssh/known_host
misal akses ssh pake komputer dengan user linux, otomatis homedir user linux di /home/linux, jadi dir .ssh terdapat di /home/linux/.ssh/
Komentar oleh bayu — 18 Desember 2007 @ 8:17 am
okey om Bayu terimakasih,untuk sshnya udah siiiip,kalo thunarnya, saya buka usb trus buka folder2 yg lain,yang paling sering kalo buka share sambanya jadinya sering hang.apa mungkin share sambanya,kalo banyak akses jadi hang thunarnya?.skrang sharenya udah saya ganti pake nfs,tpi koq masih da jga yg hang thunarnya……..
terimakasih penjelasannya
Komentar oleh topz — 20 Desember 2007 @ 12:29 am
salam mas bayu…
saya sudah pernah seting ssh agar client bisa di shutdown dari server
pake perintah :
ssh root@ip_client
ketika komputer client saya instal ulang dan saya seting ssh dengan perintah yang sama muncul tulisan:
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
@ WARNING: REMOTE HOST IDENTIFICATION HAS CHANGED! @
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
IT IS POSSIBLE THAT SOMEONE IS DOING SOMETHING NASTY!
Someone could be eavesdropping on you right now (man-in-the-middle attack)!
It is also possible that the RSA host key has just been changed.
The fingerprint for the RSA key sent by the remote host is
6c:9b:8a:8f:da:fe:3f:51:bf:fa:e3:3e:99:0a:31:35.
Please contact your system administrator.
Add correct host key in /root/.ssh/known_hosts to get rid of this message.
Offending key in /root/.ssh/known_hosts:6
RSA host key for 192.168.1.19 has changed and you have requested strict checking.
Host key verification failed.
mohon bantuannya agar koputer client dapat di shutdown kembali dari server. terima kasih
Komentar oleh tonny — 21 Desember 2007 @ 7:01 pm
Sebelumnya saya ucapakan terima kasih karena telah membantu saya dalam share internet, mas saya mau nanya lagi gimana shar print di mandriva ke client zencafe print yang saya gunakan epson dan client saya gunakan zencafe
Komentar oleh mohamad sujatmoko — 27 Desember 2007 @ 4:43 pm
tolong bisa ajarin aku nggak, cara membuat warnet dari linux zencafe, tolong yang lengkap ya, beserta file atau gambarnya, kalo bisa file pdf…
tolong buanget nich…..
ntar anda kirim ke rifky_1990@yahoo.co.id
please….
please….
please….
please….
please….
please….
please….please….
makaci ya…..
oia, jangan lama2….
Komentar oleh rifky — 28 Desember 2007 @ 1:03 pm
wah maaf mas, saya gak bisa cepet2, soale jarang OL
untuk membuat warnet linux, sangat disarankan belajar linux dulu, belajar instan linux adalah pake linux live cd, semisal pc linux os 2007, mandriva one, ubuntu, dll
jika komputer mas rata2 minimal p3 dengan ram 256 tanpa share, disarankan pake pclinuxos 2007 ato mandriva one
ok segitu dulu, silahkan coba pclinuxos ato mandriva one dulu
setelah itu saya akan bantu
thx
Komentar oleh bayu — 29 Desember 2007 @ 5:43 am
mas mas saya mau tanya kalau zencafe ada nggak fasilitas remote desktop ke windows xp home edition ?
satu lagi agar setiap kali booting tidak usah memesukkan user name dan password gimana caranya ? trims
Komentar oleh yudi — 12 Januari 2008 @ 7:21 am
Mas Bayu..
ikon GLOBALS di System > Samba Web Administration Tools , kok ga muncul ya?
Komentar oleh nitha — 12 Januari 2008 @ 7:15 pm
he sorry…
cerita nya kan Q mo sharing jaringan zencafe !
trus kan masuk ke System > Samba Web Administration Tools
nah trus masuk ke icon global
lah icon globalnya kok ga ada????
trus giman dunk????
Komentar oleh nitha — 12 Januari 2008 @ 7:20 pm
Mas Bayu mo nanya lagi, cuma agak nyimpang dikit
saya coba install billing ccl di opensuse. cuma saat compile libcclc ada kasus kayak gini
root@torresrg-desktop:/home/torresrg/ccl/libcclc-0.7.0# ./configure
checking for a BSD-compatible install… /usr/bin/install -c
checking whether build environment is sane… yes
checking for gawk… gawk
checking whether make sets $(MAKE)… no
checking for gcc… no
checking for cc… no
checking for cc… no
checking for cl… no
configure: error: no acceptable C compiler found in $PATH
See `config.log’ for more details.
gimana solusinya ya mas?
tengkyu banget atas jawabannya
Komentar oleh Nanang — 12 Januari 2008 @ 8:45 pm
blognya bagus juga, pasang google adsense atuh biar dapet dollar…
Komentar oleh agung — 16 Januari 2008 @ 9:56 am
assalam mualaikum
mas bayu
ginie mau tanya boleh mas
kalau mas bayu pernah ngotak ngatik di zencafe mengenai menu send to-nya
kira2 bisa ngga ya mas munculin menu send to tapi langsung ke usb?
saya uda brows
tapi tetep harus ada pluginnya yang harus diinstall
baru bisa ditambahin di menu desktop entry files
kira2 gimana ya caranya mas?
atau memang harus pake plugin?
tks mas
Komentar oleh yahiii — 17 Januari 2008 @ 2:40 am
Pagi Mas Bayu, saya punya warnet dan sekarang setelah proses pemilihan yang cukup panjang saya pilih zencafe semua sudah konek billing juga sudah dicoba dan bisa jalan walaupun belum sempurna, yang saya ingin tanyakan kenapa setingan samba tidak bisa? padahal saya sudah ikutin langkah2 mas bayu seperti ganti security dgn share, folder share di buat “777″ dsb sudah saya lakukan tp kok saat saya coba ke network “Failed to open directory share” (nama directory /home/server/share) katanya “permission denied” padahal saya masuk nested login dan properti sudah di buat read, write n executeya ok, kira2 apalagi yg kurang ya? apa ada file package yang perlu diinstall (ditambah?) dan gimana setting printer di zencafe thx (HP psc1310) mohon bantuannya mas bayu
Komentar oleh Rendra — 17 Januari 2008 @ 11:26 am
orang baru ni mas
siapa-siapa yang bisa bantu aku. aku mau buat warnet ni.
tolong dong spek apa yang bagus untuk warnet.
dikotaku pakai speedy
Komentar oleh mtasri — 20 Januari 2008 @ 10:59 am
orang baru ni mas
siapa-siapa yang bisa bantu aku. aku mau buat warnet ni.
tolong dong spek apa yang bagus untuk warnet.
dikotaku pakai speedy
email aku ya mtasri@yahoo.com
Komentar oleh mtasri — 20 Januari 2008 @ 10:59 am
seperti tulisan mas Rendra diatas
setelah saya upgrade ke zencafe 1.2 ko sambanya ga bisa
saya sudah install zencafe 1.0 ke 8 komputer,2 pake windows
untuk sharing seperti cara diatas sudah berhasil
kemudian sebagian zencafe 1.0 sya ganti dengan zencafe 1.2
cara sharing sudah saya lakukan
TETAPI ko sekarang tidak bisa sharing,cuman ada folder network-komputer yg dishare,tapi isinya kosong
mohon pencerahannya
matur nuwun
Komentar oleh cahsolo — 21 Januari 2008 @ 10:29 am
oh ya mas
kalo jalanin billing ccl apa harus dari terminal ketik cclfox -nossl ?
ada shortcutnya apa ndak?
sama mau partisi manual,gimana caranya?
hardisk saya 20 gb
sda 1 type linux XFS
sda 2 type linux swap
sda 3 type diubah apa tidak
mount point sda 3 ditaruh didirektori mana? biar datanya tidak hilang karena auto recovery atau install ulang
misal kalo ditaruh di /home bisa g
Komentar oleh cahsolo — 21 Januari 2008 @ 11:17 am
sip
sudah saya coba dan bisa
makasih mas
trus saya mo tanya lagi ,boleh kan
1.untuk Yahoo chat zencafe 1.2 webcamnya sudah bisa
-yg mo saya tanyakan gimana sih join room nya,dari dulu saya ga mudeng2
2.untuk burn CD gmn?
3.setting floppy gmn
thank you,arigatou,trimakasih,maturnuwun
Komentar oleh cahsolo — 22 Januari 2008 @ 10:31 am
tanya lagi mas…
1.salah satu komp diwarnet saya yg sya install zencafe tu
tiap kali dinyalain/restart tu ga langsung masuk ke desktop
sudah saya set login otomatis
keluar pesan error
“berkas pengguna $HOME/.dmrc diabaikan ini menghalangi sesi dan bahasa awal untuk disimpan. Berkas harus dimiliki oleh pengguna dan memiliki permisi 644. Direktori pengguna $HOME harus dimiiki oleh pengguna dan tidak bisa ditulis pengguna lain”
setelah saya tekan tombol “OK” langsung masuk desktop seperti biasa
2. untuk auto recoverynya itu kok ada yang file .tar / hasil recoverynya tu kecil,tapi juga ada yg sampai 1 giga lebih
padahal di user masih kosong,krena data2 saya simpan di partisi lain bukan di user)
tQ
Komentar oleh cahsolo — 22 Januari 2008 @ 11:05 am
Gimana mas bayu, ada g cara zencafe bisa running game-online windows? (seal, ayodance) makasih sebelumnya..
Komentar oleh Rendra — 23 Januari 2008 @ 1:26 pm
untuk set billing ccl gmn
1. kok diremote untuk turnoff-restart g bisa mati clientnya
2. setting member passowrd,
dari billing cuman reset password.
dari client old passwordnya apa? password member default ada g
Komentar oleh cahsolo — 24 Januari 2008 @ 12:47 pm
zencafe versi 1.2 d
tambahannya apa
download dmn?
mkasih
Komentar oleh cahsolo — 24 Januari 2008 @ 12:54 pm
Kalo install wine saya sudah tapi itu hanya berlaku untuk game yang tidak connect ke internet, sewaktu saya install game online (ayodance) dan saya patching itu lancar2 aja tp pada saat saya klik tombol “mulai main” tiba2 muncul warning “kode pencegahan hack error:114″ kalo saya cari diinternet itu artinya firewall tp di zencafe saya tidak pasang firewall (alias off apakah kira2 bahasa pemrograman windows dengan linux beda? sehingga masing2 tidak dapat berkoneksi dengan baik? mohon bantuannya thx
Komentar oleh Rendra — 29 Januari 2008 @ 5:43 pm
salam kenal mas bayu
saya sdh mengikuti petunjuk diatas untuk share sambanya,dan berhasil,tapi koneksi sambanya lelet. Trus saya browsing ternyata ada automounter samba di linux,seperti maping di windows,tapi saya gk mudeng soalnya perintah2nya beda di zencafe,apa caranya sama seperti mount usb,kalo konek bisa ngemount automatis,tolong dibantu Mas Bayu
terimakasih sebelumnya
Komentar oleh angga — 3 Februari 2008 @ 5:25 pm
Salam kenal.
saya penguna zencafe baru ada yang ingin saya tanyakan
1. Gimana caranya mengistal suatu progam(dari cd linux contoh bash burn) untuk dimasukan ke zen ini?
2.Manegemen bandwith unruk distro ini apa?
3.cara instal printer (contoh hp deskjed) gimana?
Terima kasih mas. Saya tunggu jawabannya, tolong jawabanya di kirim ke e-mail saya ya mas.Matur nuwun.
Komentar oleh TELES — 3 Februari 2008 @ 9:28 pm
Kalo boleh saya bantu,…
untuk instal paket seperti mas bayu bilang lebih bagus pake paket dari cd installer zencafe kita sendiri kalo ekstensinya .tgz tinggal klik kanan terus instal package tapi kalo ekstensinya tar.gz atau tar.bz2 harus diekstract dulu baru dilakukan penginstallan, dan hindari pemakaian netpkg karena saya sering install dari netpkg alhasil komputer saya error dan tidak dapat masuk desktop, menurut asumsi saya netpkg menginstal ulang libs*.* yang dianggap perlu sedangkan libs yang paling compatible adalaha bawaan dari cd zencafe sendiri jadi usahakan menambahkan libs dari cd installer namun jika file tersebut memang tidak ada boleh kita tambahkan
thx
Komentar oleh Rendra — 4 Februari 2008 @ 1:24 pm
halo mas..
saya punya rental dengan 1 client pake zencafe dan lainya pakai windows xp. saya udah berhasil sharing lewat samba dari zencafe. semua sharingan windows udh nampak di zencafe. cuman masalahnya apa windows gak bisa liat sharingan zencafe juga??? saya udah cari di network place windos ga ada disana sharingan linuxnya. trus kalau share printer yg ada di zencafe gimana?? soalnya rencana saya mo buat zencafe sbg printing servernya trus clientnya win xp.
tolong dong please………….
…….
trus yg terakhir..gimana buat zencafe lagsung masuk ke desktop tanpa masukin user dan password.
Komentar oleh arion — 4 Februari 2008 @ 7:32 pm
kalo boleh bantu
kalo untuk sharing di win xp saya lom pernah karena semua client saya pk zencafe, untuk sharring samba tanpa password saya ada tips mudah
1. buat folder contoh :
masuk sebagai root
su
cd /home
mkdir data
chmod 777 data
2. smbpasswd -a server (server hanya sebagai contoh)
ketikpassword yg diinginkan
3. su mcedit /etc/samba/smb.conf
[global]
workgroup = ariestanet (contoh)
netbios name = server
security =share
[share]
comment = data share (comment terserah anda)
path = /home/data
public = yes
writable = yes
create mask = 777
5. Restart samba
/etc/rc.d/rc.samba restart
6. cek di network apakah workgroup kita sudah ada
semoga membantu
kalao ada yang salah mohon di koreksi
Rendra
AriestaNET, cikokol – Tangerang
Komentar oleh Rendra — 5 Februari 2008 @ 1:32 pm
Malem Mas,
Saya udah coba ke local host dan bisa kedetek printnya yaitu hp deskjet d1300 (saya pake hp deskjet d1360), tapi kok masih nggak bisa untuk print ya? jawabanya selalu error. mohon bantuannya secara detail ya mas. Terima kasih
Komentar oleh TELES — 5 Februari 2008 @ 10:14 pm
thanks sharing di zencafe udh kelihatan kok dari windus. sekarang masalahnya gimana setiap kali masuk zencafe gak usah masukin user ama password.
bisa gak ya??????? tolong………………………please
Komentar oleh arion — 9 Februari 2008 @ 10:55 am
Ikut ngramein!
Om, aku pasang dua cd rom (dvd & cd rom), nah yang kebaca kok cuma satu ya. Gimana cara memunculkan yang satunya lagi?
Mohon pencerahan
Tuengkyu!
Komentar oleh Pradna P — 17 Februari 2008 @ 8:24 pm
eh, ada yang kelupaan
aku pasang di zencafe tentunya.
sori, sori
Tetap tuengkyu!
Komentar oleh Pradna P — 17 Februari 2008 @ 8:26 pm
GMN cara menghilangkan protect pada flash disk. di linux gk bisa ditulisi, sedagn di windows bisa ditulisi.thnks
Komentar oleh rinovan — 28 Februari 2008 @ 7:32 pm
SAlam kenal dari saya special google adsense making money
Rampal Malang di http://www.emo-egold.com
Komentar oleh heru — 2 Maret 2008 @ 9:33 pm
mas Bayu yth
mantab banget neh blog nya mas …
salut buat mas bayu
mau tanya dikit neh mas,
aku punya bloototh usb dongle kemaren waktu pake w****** xp~ seh jalan.
gimana mas ngejalaninya di zencafe biar bisa kirim² foto dengan handphone
mohon pencerahannya
tengkyu bangetz yach mas
Komentar oleh ferri — 3 Maret 2008 @ 10:05 am
mas saya install ltsp koq suara yang di klien gk bunyi bunyinya yang di server tolongin donk mas di jawabb yahh yahh
Komentar oleh ami — 4 Maret 2008 @ 3:50 pm
tulungin mas ..
gue newbie banget..
saya tukang jaga warnet yg salah satunya pake zencafe 1.2 (itung-itung persipan untuk migrasi…hehe… doain yah!) laennya masih windows XP
mau nanya sharing sambanya tnyata uda dibahas..
tanya tampilan loginnya uda kejawab..
CCL nya juga uda dijawab..
(tapi belum saya cobain semuanya..hehe)
nah yang ini mohon bantuannya..
gimana yah caranya setting pointer di zencafe 1.2 agar waktu meng-klik icon di desktop ada tampilan loadingnya..(kalo di windows ada jam pasir muter tuh lho! atau di ubuntu ada roda berputarnya)
soale kadang ada user (gue termasuk nih..hehe) yang dak ngerti kalo icon tuh di klik dua kali udah jalan… trus dia klik lagi, klik lg… gitu…
thanks…
btw tlg diingetin diimel kalo udah kejawab. (maksudnya biar ntar bisa tanya lagi masalah laennya..hehe)
Komentar oleh sinichi — 5 Maret 2008 @ 6:27 am
mas cyachi 1.1 yang tgz punya ngga’ atau gimana cara instal tar.gz nya mohon pencerahan thank’s berat
Komentar oleh azoom — 6 Maret 2008 @ 10:49 am
Mas Bayu ngerepotin lg, ada ngga’ drivernya scanner dan gimana cara buka’nya (epson cx2800)
thank berat tak tggu komentnya
Komentar oleh azoom — 10 Maret 2008 @ 10:16 am
Konek internet ud bisa dari kompi server gateway.Tapi ampun MAs kompi client nya ga bisa saling koneksi baik ke kompi gatway apalagi internetan.Entah apa yang salah. Saya ngikutin “Setup Linux Untuk Speedy”, waktu itu belum bisa konek jg internetnya. Trus saya tambahin ip_forward dari “Membuat Gateway Sederhana Zencafe”.Skemanya gini: Speedy Limit Timebase — Modem adsl TPLink (setting bridge)—-ETH1—– Kompi Server Gateway (Zencafe 1.4) —–ETH0—–Switch hub DLink 8 port——–Client (Zencafe 1.4). Tutorialnya step by step please….Saya ud puyeng sama si Pinguin.ZENCAFE=BIKINCAFE dehhh..
Komentar oleh nebulaking — 11 Maret 2008 @ 3:53 am
Thanks pisan Mas atas responnya. Saya ud pernah coba pecelinux, ada masalah waktu booting.Lama banget di “hal daemon”, trus driver vga ga masuk2. Mas bisa minta tutorial plus scriptnya untuk setting internet di Zencafe sampai bisa sharing ke klien.Speedynya limited timebase. Kondisi skr ud bisa konek internet, tp sama klien sama sekali ga ada koneksi.Harus dipancing pake server Win**** baru bisa, tp setelah kliennya restart koneksinya miss lagi. apa konflik di LAN nya?Kedua Lan drivernya sama Realtek.Mohon pencerahan dan tutorialnya…..Ngebet banget pengen bisa jaringan di Pinguin.
Komentar oleh nebulaking — 12 Maret 2008 @ 2:00 pm
Maksud saya lan di server gateway (eth0 – eth1)sama persis.Ditunggu tutor and scriptnya step by step mas, termasuk setting kliennya.Bila perlu sama contoh ip nya.Biar nanti di instal ulang BIKINCAFE nya jadi fresh lagi. Pokoknya lengkap deh Mas….Biar puyeng saya kelar.Sekali lg thanks Mas.
Komentar oleh nebulaking — 12 Maret 2008 @ 2:50 pm
saya udah berhasil download zencafe 1.4, lamanya kurang lebih 8 jam (4 jam pertama gagal euy). saya juga lagi ngumpulin tutorial zencafe dan bikin PDF tentang pemecahan trobleshooting di zencafe (sesuai yang saya alami di warnet saya). Ada yang mau ? email saya aja.
Komentar oleh aidil — 12 Maret 2008 @ 5:51 pm
Emailnya mana Mas?
Saya ud bisa koneksi internet di server,komunikasi dengan klien ud bisa. Tapi koneksi internet di klien belum bisa tuh……Mas Bayu ditunggu…..
Komentar oleh nebulaking — 12 Maret 2008 @ 11:15 pm
oh iya sorry, ini dia emailnya dustnetciteureup@yahoo.co.id
Komentar oleh aidil — 13 Maret 2008 @ 12:02 am
Saya skrng browse pake ZEN-CAPE, puyengnya tiap kali restart kompi konfigurasi eth harus di apply dulu baru bisa konek keluar. Yang klien belum bisa total. Info: konfigurasi di eth (zenpanel), firewall tidak dicentang.Jika dicentang ga bisa internetan ga bisa konek ke klien….ora mudengggg…….Ade masukan?
Komentar oleh nebulaking — 13 Maret 2008 @ 12:27 am
Waaahhh sulitnya minta ammpiiuuunnn setting Zencafe,browse kompi win xp n ambil file yg di sharing kok gak mau ya?apa ZC mmg gak support utk ambil file winxp?smua HOST n folder2 di NETWORK sih muncul tp pas klik misal folder yg ada di KOMP2 gak mau di buka…pppuunyyeenng kepala.hehehe.aktipkan 3D di ZC gmn?mohon bantuannya dong.
Susahnya Pake Linux.( Newbie )
Komentar oleh Bonaga — 13 Maret 2008 @ 8:54 pm
Instal diver vganya dulu kali…
Buat sharing file, pake Samba kata Mas Bayu (sorry wakilin jawab Mas…).Tp saya jg blm coba.Saya lg berkutat dengan koneksi jaringan internetnya.Zencafe emang Zen-Cape tp bikin penasaran.Lanjut……Sama-sama berusaha dan mencoba.Jangan lupa sharing disini.Mas Bayu Tutornya ditunggu….
Komentar oleh nebulaking — 13 Maret 2008 @ 9:08 pm
Mas Bayu gimana cara menjalankan rdekstop di zencafe, soalnya aku mau coba ngeremote windows pls tak tunggu pencerahannya
Komentar oleh azoom — 24 Maret 2008 @ 12:22 pm
[...] dikutip dari : http://bayuart.wordpress.com/2007/04/12/zencafe-distro-khusus-warnet/ [...]
Ping balik oleh /var/log/step2k :: Sharing di Zencafe :: June :: 2008 — 10 Juni 2008 @ 7:25 pm