bayu – mandriva – other Linux

23 Juni 2009

Simple Captive Portal

Diarsipkan di bawah: Blitar, Learning, Links, Linux, Mandriva, Tips, iptables — bayuart @ 11:12 am

Apa itu captive portal ? cek disini :

dan pada dasarnya seperti ini :

Captive Portal merupakan suatu teknik autentikasi dan pengamanan data yang lewat dari network internal ke network eksternal. Captive Portal sebenarnya merupakan mesin router atau gateway yang memproteksi atau tidak mengizinkan adanya trafik, sampai user melakukan registrasi terlebih dahulu ke dalam sistem. Biasanya Captive Portal ini digunakan pada infrastruktur wireless seperti hotspot area, tapi tidak menutup kemungkinan diterapkan pada jaringan kabel.

Ok, langsung aja, kita akan bikin Captive Portal sederhana, dengan menggunakan :

MySQL nya ? ntar aja, kita mo bikin captive portal sesimple dulu. Lanjut …

Install Mandriva 2009.1, bisa merujuk ke http://bayu.blitar.org?l=AucYwqtw , lainnya terserah Anda :) .

Setelah instalasi Mandriva Linux, jangan lupa install webserver nya :

urpmi apache

Setelah ok semua, kita lanjut ke instalasi inti dari captive portal itu sendiri, yaitu coova-chilli dan Freeradius. Oiya, sebelome untuk melanjutkan proses ini, jangan lupa juga menyambungkan mandriva linux ke repository terdekat. Gambarannya isa diliat disini : http://bayu.blitar.org?l=AmEHtkFr.

Install Coova ChilliSpot

urpmi chillispot

atau

urpmi coova

Setelah selesai, langsung jalankan :

/etc/init.d/chilli start

atau

service chilli start

Dengan perintah diatas, disamping kita menjalankan service/layanan captive portal, kita juga menggenerate otomatis konfigurasi untuk captive portal. Dan konfigurasi standar hasil generate ini di letakkan di :

/etc/chilli/

[server@smpn1ksb ~]$ ls -l /etc/chilli
total 40
-rw-r–r– 1 root root 5776 2009-06-22 11:58 defaults
-rwxr-xr-x 1 root root 385 2008-12-17 06:33 down.sh*
-rwxr-xr-x 1 root root 8045 2008-12-17 06:33 functions*
-rw-r–r– 1 root root 0 2009-06-23 06:00 hs.conf
-rw-r–r– 1 root root 0 2009-06-23 06:00 local.conf
-rw-r–r– 1 root root 851 2009-06-23 03:42 main.conf
-rwxr-xr-x 1 root root 319 2009-06-23 05:42 route.sh*
-rwxr-xr-x 1 root root 1596 2009-06-23 05:36 up.sh*
drwxr-xr-x 2 root root 4096 2009-06-21 09:32 www/
-rwxr-xr-x 1 root root 670 2008-12-17 06:33 wwwsh*
[server@smpn1ksb ~]$

Untuk file /etc/chilli.conf jangan diutak atik, biarkan standar/default dulu. Dengan hasil konfigurasi seperti diatas. Captive Portal ini sudah bisa digunakan.

Diagram gambar Jaringan :

Internet <> Modem <> Captive Portal <> LAN

Meskipun captive portal sudah bisa digunakan, dan bisa melayani permintaan dari LAN. Ini masih ada kelemahannya. Kelemahannnya adalah :

  • Langsung tersambung ke server radius coova.org
  • Tidak bisa langsung digunakan untuk akses internet, harus daftar ke coova.org

Untuk mengatasi kelemahan tersebut, kita akan pasang Server Radius sendiri menggunakan Freeradius.

Selengkapnya

16 Juni 2009

Setting DHCP Server

Lanjutan lagi dari :
http://bayuart.blogspot.com/2009/06/konfigurasi-mandriva-linux-warnet.html
http://bayuart.wordpress.com/2009/06/05/mandriva-2009-1-spring-in-action-d-part-deux/
http://bayu.blitar.org/2009/06/02/warung-internet-1/
http://bayu.blitar.org/2009/06/05/mandriva-20091-spring-in-action-d/

Setelah kita melihat file konfigurasi shorewall yang kita gunakan sebagai firewall di Mandriva Linux kita, akhirnya kita melanjutkan ke setingan default DHCP dari hasil proses Internet Connection Sharing untuk Warnet / Warung Internet.

/etc/dhcpd.conf
——————————————–
ddns-update-style none;
subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
        # default gateway
        option routers 192.168.0.1;
        option subnet-mask 255.255.255.0;

        option domain-name “homeland.net”;
        option domain-name-servers 202.134.1.10;

        range dynamic-bootp 192.168.0.16 192.168.0.253;
        default-lease-time 21600;
        max-lease-time 43200;
}
——————————————–

Konfigurasi diatas sangatlah sederhana, dan langsung bisa di aplikasikan.

9 Juni 2009

Konfigurasi Mandriva Linux Warnet

Terusan dari tulisan :

http://bayuart.wordpress.com/2009/06/05/mandriva-2009-1-spring-in-action-d-part-deux/
http://bayu.blitar.org/2009/06/02/warung-internet-1/
http://bayu.blitar.org/2009/06/05/mandriva-20091-spring-in-action-d/

Sekarang kita mo menginjak ke konfigurasi dari mandriva linux yang sebelomnya telah terinstall sebagai gateway server warnet / pc router. Dari tulisan sebelumnya mandriva linux yang digunakan adalah versi mandriva linux 2009.1 spring free edition dual iso serta menggunakan aplikasi server gateway seperti :

Shorewall
Shorewall yang merupakan kependekan dari Shoreline Firewal, merupakan firewall yang berbasiskan kepada iptables yang dipermudah dalam penggunaanya, apabila anda telah terbiasa menggunakan iptables maka anda mungkin tidak akan membutuhkan tools semacam ini, shorewall dapat di installasi pada kebanyakan sistem Linux, disini saya menggunakan mandriva linux 2009.1 spring untuk dijadikan sebagai Gateway+Router dan juga transparent proxy, untuk mendapatkan versi terbarunya anda dapat mengunjungi web resmi Shorewall.

The Shoreline Firewall, more commonly known as “Shorewall”, is high-level tool for configuring Netfilter. You describe your firewall/gateway requirements using entries in a set of configuration files. Shorewall reads those configuration files and with the help of the iptables, iptables-restore, ip and tc utilities, Shorewall configures Netfilter and the Linux networking subsystem to match your requirements. Shorewall can be used on a dedicated firewall system, a multi-function gateway/router/server or on a standalone GNU/Linux system. Shorewall does not use Netfilter’s ipchains compatibility mode and can thus take advantage of Netfilter’s connection state tracking capabilities… from Shorewall.

Selengkapnya

16 Agustus 2007

Debian iptables

Diarsipkan di bawah: Debian, iptables — bayuart @ 8:05 pm

Debian sekarang defaultnya tidak pake initscript untuk iptables. Ini artinya akan jadi masalah (buat newbie) pas komputer di reboot ulang, rule iptables ilang !!!.

Untuk ngatasi hal tsb, disini asumsinya debian udah terinstal dengan baik dan bekerja dengan baik pula. Langkah pertama , buat rule iptables dan coba liat daftar rule iptablesnya, seperti dibawah ini:

iptables --list

jika dari perintah tsb diatas hasilnya sama dengan rule iptables yang dibuat, kemudian lakukan penyimpanan. Misalnya simpan ke /etc/firewall.conf atau terserah mo disimpan dimana (sesuaikan selera masing-masing)

iptables-save > /etc/firewall.conf

(lagi…)

9 Mei 2007

Iptables – Blok Port TCP + UDP

Diarsipkan di bawah: Tips, iptables — bayuart @ 8:31 am

buat file blok-port.sh
—————————————————————————————————–
#!/bin/bash

#Iptables Blok TCP + UDP
#bayu @ 2006
#last modified 13 feb 2006
#blok-port.sh

clear

printf “Petunjuk\n”
printf “Baca dengan baik, asumsi tau apa yg harus di lakukan\n”
printf “Script ini hanya bekerja jika menggunakan eth0 dan eth1\n”
printf “Lakukan modifikasi jika Anda menggunakan Dial-Up\n”
printf “Isi Ethernet dengan nilai eth0 atau eth1, jika menggunakan Dial-Up\n”
printf “sesuaikan dengan nama device Dial-Upnya\n”
printf “Port yg akan di blok merupakan Protokol TCP dan UDP\n”
printf “Input Port bisa lebih dari 1, misal : \n”
printf “80,22,8080 – Lihat tanda koma\n”
(lagi…)

Blog pada WordPress.com.