Archive for the ‘Slackware’ Category
Slackware 13 : slackpkg ke kambing
ok, proses instalasi gak perlu di bahas… pada intinya proses yang saya lakukan cuman menggunakan CD 1 dari 3 CD installer
konfigurasi network juga gak perlu di bahas juga.
setelah selesai dan bisa masuk ke konsole, langkah yang pertama kali saya lakukan adalah menambah daftar repository online slackware 13 yang ada di indonesia, dalam contoh ini saya menggunakan repo dari kambing aka http://kambing.ui.ac.id ato lebih lengkapnya disini http://kambing.ui.ac.id/slackware/slackware-current/.
login sebagai root, dan langsung edit file/etc/slackpkg/mirror
root@slacky:~# vim /etc/slackpkg/mirrors
kemudian tambahkan baris berikut untuk menambahkan repo dari server kambing
#Kambing
http://kambing.ui.ac.id/slackware/slackware-current/
setelah itu, simpan dan jalan perintah :
Slackware : Bikin Cepat Cara Slack
Slackware Rocks !!!

Booting :
Optimalkan LILO
Tambahkan opsi compact di /etc/lilo.conf, taruh opsi di baris paling atas
Optimalkan rc.M
Edit "/etc/rc.M" trus kasih comment (#) baris fc-cache dan ldconfig
Optimalkan rc.pcmcia
Jika tidak pake pcmcia matikan aja service nya, kalo pake langsung edit "/etc/rc.d/rc.pcmpcia", isi dengan modul yg dipake oleh sistem
=======================
Tips dan Trik Lainnya
Mengoptimalkan MPlayer
Tambahkan baris berikut ini di "/etc/rc.local" untuk distro lain menyesuaikan saja
echo 1024 > /proc/sys/dev/rtc/max-user-freq
------------
Menambahkan Background untuk XDM
Jika merasa pake GDM or KDM berat, trus bosen pake XDM, ini dia cara biar XDM gak ngebosenin
Edit "/etc/X11/xdm/Xsetup". Perhatikan baik-baik ada baris yang mengatur hal tsb, jika sudah ketemu langsung saja ubah menjadi
/usr/bin/display -window root /path/to/file.jpg
O iya, bisa diset sesuka hati lo, bisa di kasih splash image
To be continued …
Directory Service
Directory Server di Linux
OpenSuse / SLED 
http://www.novell.com/products/edirectory/
Fedora / RHEL
http://directory.fedoraproject.org/
Mandriva ![]()
Semuanya based on OpenLDAP http://www.openldap.org/
duh jadi kepengen punya kerjaan ngurusi banyak komputer….
kapan ya ?? nasib ya nasib..
Lighttpd = Simple web server
Lighttpd adalah webserver untuk OS Unix, Linux, BSD, dan Windows. Lighttpd merupakan alternatif pilihan disamping webserver yang sudah terkenal semacam apache / httpd. Lighthttpd dijuluki juga si Lighty.
Lighttpd di desain untuk keamanan, kecepatan, fleksibel dan memenuhi standar international serta bisa diaplikasikan kedalam mesin produksi. Lighttpd sangat ringan dibandingkan webserver lainnya (kebutuhan kinerja cpu kecil), sangat cocok untuk server yang mempunyai beban besar. Untuk keterangan lebih lanjut silahkan kunjungi situs resminya disini .
Ok kita langsung aja pake lighttpd ini.
Slackware : setup DNS Server dengan dnsmasq
mas boer, maaf ya sebelumnya, bukan maksud menggurui.
gini, mas kalo install paket aplikasi di linux, kalo bisa pake bawaan distro tsb, jika dari distro tsb belum ada pakete, baru deh ngompile sendiri. hal begini sebenere cuman untuk mempermudah penelusuran dan administrasi paket yang terisntal biar lebih gampang aja kok.
untuk paket dns server, di slack (bawaan default slackware) ada 2 jenis paket standar, nama;e
-bind
-dnsmasq
dari kedua paket tsb, yang paling gampang dikonfigurasi adalah dnsmasq, untuk cara penginstalannya secara garis besar seperti ini
Setup DHCP Server
untuk instalasi DHCP di slackware, yang dibutuhkan adalah paket /slackware/n/dhcp-3.0.4-i486-2.tgz di CD
install seperti biasa, ato dengan cara manual
installpkg dhcp-3.0.4-i486-2.tgz
setelah selesai, langsung edit aja file konfigurasinya
(file konfigurasi sesuaikan dengan kondisi di tempat masing-masing)
# ISC DHCP-Server Configuration
# /etc/dhcpd.conf
#
default-lease-time 86400 ; # one day
max-lease-time 604800 ; # one week
ddns-update-style ad-hoc ;
ddns-updates on;
option ip-forwarding off;
option routers 192.168.2.1 ; # important when this corresponds to: ‘gateway’
option subnet-mask 255.255.255.0 ;
ignore client-updates ;
option broadcast-address 192.168.2.255 ;
option domain-name “mydomain.com” ;
option domain-name-servers 194.22.190.10 , 194.22.194.14; # important when this corresponds to: ‘DNS Servers’
#
# LAN
subnet 192.168.2.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.2.40 192.168.2.60;
}
# DMZ
subnet 192.168.3.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.3.40 192.168.3.60;
}
#
# List an unused interface here
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.128 {
}
kemudian test, mode debug
shell> killall dhcpd
shell> dhcpd -d &
Read more »
Leave a Comment



