bayu – mandriva – other Linux

22 September 2009

Slackware 13 : slackpkg ke kambing

Diarsipkan di bawah: Slackware — Tag:, , , , — bayuart @ 3:19 pm

ok, proses instalasi gak perlu di bahas… pada intinya proses yang saya lakukan cuman menggunakan CD 1 dari 3 CD installer
konfigurasi network juga gak perlu di bahas juga.

setelah selesai dan bisa masuk ke konsole, langkah yang pertama kali saya lakukan adalah menambah daftar repository online slackware 13 yang ada di indonesia, dalam contoh ini saya menggunakan repo dari kambing aka http://kambing.ui.ac.id ato lebih lengkapnya disini http://kambing.ui.ac.id/slackware/slackware-current/.

login sebagai root, dan langsung edit file/etc/slackpkg/mirror

root@slacky:~# vim /etc/slackpkg/mirrors

kemudian tambahkan baris berikut untuk menambahkan repo dari server kambing

#Kambing
http://kambing.ui.ac.id/slackware/slackware-current/

setelah itu, simpan dan jalan perintah :

Continue reading…

24 Januari 2008

Slackware : Bikin Cepat Cara Slack

Diarsipkan di bawah: Slackware, Tips — Tag:, , — bayuart @ 12:25 pm

Slackware Rocks !!!

slacky

Booting :
Optimalkan LILO
Tambahkan opsi compact di /etc/lilo.conf, taruh opsi di baris paling atas

Optimalkan rc.M
Edit "/etc/rc.M" trus kasih comment (#) baris fc-cache dan ldconfig

Optimalkan rc.pcmcia
Jika tidak pake pcmcia matikan aja service nya, kalo pake langsung edit "/etc/rc.d/rc.pcmpcia", isi dengan modul yg dipake oleh sistem

=======================
Tips dan Trik Lainnya

Mengoptimalkan MPlayer
Tambahkan baris berikut ini di "/etc/rc.local" untuk distro lain menyesuaikan saja

echo 1024 > /proc/sys/dev/rtc/max-user-freq

------------
Menambahkan Background untuk XDM
Jika merasa pake GDM or KDM berat, trus bosen pake XDM, ini dia cara biar XDM gak ngebosenin
Edit "/etc/X11/xdm/Xsetup". Perhatikan baik-baik ada baris yang mengatur hal tsb, jika sudah ketemu langsung saja ubah menjadi
/usr/bin/display -window root /path/to/file.jpg

O iya, bisa diset sesuka hati lo, bisa di kasih splash image

To be continued …

8 Oktober 2007

Directory Service

Directory Server di Linux

OpenSuse / SLED Novell

http://www.novell.com/products/edirectory/

Fedora / RHELFDS

http://directory.fedoraproject.org/

Mandriva Mandriva

 

http://mds.mandriva.org/

Semuanya based on OpenLDAP http://www.openldap.org/

duh jadi kepengen punya kerjaan ngurusi banyak komputer….

kapan ya ?? nasib ya nasib..

4 Oktober 2007

Lighttpd = Simple web server

lighthttpdLighttpd adalah webserver untuk OS Unix, Linux, BSD, dan Windows. Lighttpd merupakan alternatif pilihan disamping webserver yang sudah terkenal semacam apache / httpd. Lighthttpd dijuluki juga si Lighty.

Lighttpd di desain untuk keamanan, kecepatan, fleksibel dan memenuhi standar international serta bisa diaplikasikan kedalam mesin produksi. Lighttpd sangat ringan dibandingkan webserver lainnya (kebutuhan kinerja cpu kecil), sangat cocok untuk server yang mempunyai beban besar. Untuk keterangan lebih lanjut silahkan kunjungi situs resminya disini .

Ok kita langsung aja pake lighttpd ini.

(lagi…)

23 Agustus 2007

Slackware : setup DNS Server dengan dnsmasq

Diarsipkan di bawah: Slackware — bayuart @ 11:42 am

mas boer, maaf ya sebelumnya, bukan maksud menggurui.
gini, mas kalo install paket aplikasi di linux, kalo bisa pake bawaan distro tsb, jika dari distro tsb belum ada pakete, baru deh ngompile sendiri. hal begini sebenere cuman untuk mempermudah penelusuran dan administrasi paket yang terisntal biar lebih gampang aja kok.

untuk paket dns server, di slack (bawaan default slackware) ada 2 jenis paket standar, nama;e

-bind
-dnsmasq

dari kedua paket tsb, yang paling gampang dikonfigurasi adalah dnsmasq, untuk cara penginstalannya secara garis besar seperti ini

(lagi…)

21 Agustus 2007

Setup DHCP Server

Diarsipkan di bawah: Slackware, Tips — bayuart @ 10:12 am

untuk instalasi DHCP di slackware, yang dibutuhkan adalah paket /slackware/n/dhcp-3.0.4-i486-2.tgz di CD

install seperti biasa, ato dengan cara manual
installpkg dhcp-3.0.4-i486-2.tgz

setelah selesai, langsung edit aja file konfigurasinya
(file konfigurasi sesuaikan dengan kondisi di tempat masing-masing)

# ISC DHCP-Server Configuration
# /etc/dhcpd.conf
#
default-lease-time 86400 ; # one day
max-lease-time 604800 ; # one week
ddns-update-style ad-hoc ;
ddns-updates on;
option ip-forwarding off;
option routers 192.168.2.1 ; # important when this corresponds to: ‘gateway’
option subnet-mask 255.255.255.0 ;
ignore client-updates ;
option broadcast-address 192.168.2.255 ;
option domain-name “mydomain.com” ;
option domain-name-servers 194.22.190.10 , 194.22.194.14; # important when this corresponds to: ‘DNS Servers’
#
# LAN
subnet 192.168.2.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.2.40 192.168.2.60;
}

# DMZ
subnet 192.168.3.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.3.40 192.168.3.60;
}
#
# List an unused interface here
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.128 {
}

kemudian test, mode debug

shell> killall dhcpd
shell> dhcpd -d &
(lagi…)

Blog pada WordPress.com.