Speedy “up to” 384kbps


Speedy

Siapa yang tak tahu kalau internet indonesia sangat mahal. Kalau koneksi internet 1 Mbps (dedicated) di indonesia harganya bisa mencapai 2000USD, di negara lain seperti singapura, malaysia, dan negara tetangga lain, jauh dari angka separuhnya, apalagi kalau dibandingkan dengan negara amerika dan eropa. Mengapa bisa??? Tentu banyak penyebabnya, hanya saja pada tulisan kali ini kita tidak akan membahas tentang mahalnya internet indoensia.

Banyak cara dilakukan untuk menyiasati agar harga internet menjadi atau mungkin hanya terkesan murah sampai ke user, corporate maupun personal. Salah satunya yaitu ada gagasan mejual internet dengan istilah up to yang pertamakali dicetuskan oleh telkom (terlepas ini adalah strategi dagangnya telkom). Penulis mencoba mengupas tentang istilah ini, agar semua pembaca mempunyai pemahaman yang benar dalam mengartikan tawaran paket internet up to, menjadi haqqul yaqin untuk menggunakan paket internet ini.

Secara harfiah, istilah up to artinya adalah sampai atau hingga; kalau paket up to 384 kbps berarti koneksi internet tersebut untuk kecepatan akses hingga/sampai 384 kbps. Pertanyaannya: 0 (nol) kbps berarti termasuk dalam range up to 384 kbps??? secara istilah benar, padahal koneksi 0 kbps sama juga kita tidak punya koneksi. )


Angka yang mengikuti istilah up to, merupakan angka maksimal yang bisa dicapai dari sebuah koneksi, internet tentunya. Dalam memahami istilah up to ini ada dua variabel yang perlu diketahui; yaitu CIR (Commited Information Rate) dan Ratio (Rasio). CIR menujukkan besaran kecepatan koneksi yang digaransi oleh provider Internet (ISP), Ratio menunjukkan banyaknya bilangan sharing/pembagi dari angka maksimal koneksi internet yang dijanjikan. Kalau kita terjemahkan dalam rumus matematika :

CIR x Ratio = N (kbps)

N : angka maksimal dari sebuah paket up to, kalau paket up to 384 kbps ~ N=384

Dari rumus di atas, dua hal yang perlu ditanyakan ke provider sebelum kita memutuskan menggunakan paket ini, yaitu CIR atau Ratio. Misal dari paket up to 384 kbps, ternyata CIR nya adalah 32 kbps, maka ini berarti bahwa dari kecepatan maksimal (dalam konteks yang lain disebut bandwith) 384 kbps, telah dibagi/disharing ke (384/32) = 12 user. Ada 12 user yg bareng2 menggunakan koneksi dalam satu pipa 384 kbps. Karena sharing, tentunya masing-masing user saling berebut bandwith. Misal kita ada di antara 12 user di atas, kita akan bisa akses internet dengan kecepatan maksimal 384 kbps kalau user yang lain sedang idle, tidak menggunakan koneksinya(offline). Bisa dibayangkan kan…? Kebutuhan minimum kecepatan koneksi internet per user secara umum adalah di kisaran 6-8 kbps.

Identik dengan paket up to, kita kenal pula istilah paket SOHO (Small Office Home Office) dan RT-RWnet yang sebenarnya dalam konteksnya sama-sama menggunakan konsep “up to“/Bandwidth sharing. Tapi coba kita lihat keuntungannya: kalau kita langganan internet dedicated 512 kbps (512 kbps buat kita semua) harganya sekitar 15 jt-an, dengan paket up to/SOHO/RT-RWnet kita hanya perlu bayar 250~300rb/bln, tergantung providernya, dengan peluang juga bisa mendapat koneksi penuh 512 kbps saat user yang lain idle/off.

*penulis bekerja di salah satu ISP, yang juga NAP dan operator GSM satelit di Jakarta

http://jepits.wordpress.com/2007/11/26/internet-murah-paket-up-to-ala-isp-indonesia/

5 comments

  1. Tambahan info mas, kalo 1 Mbps dedicated ada yang $ 2000 menurut saya termasuk murah (walaupun sebenarnya muahaaalll juga) karena di kantor saya pake 256 Kbps dedicated 1:1 aja perbulannya sudah kena
    Rp 11.900.000
    Sempat mau upgrade ke 512 Kbps, tapi harganya Rp 24.000.000 Kebayang kan kalo yang 1 Mbps he..he..he..he..he..he..he..
    Itu saya pake ISP INDOSAT, yup…. internet di Indonesia memang mahal

    bayuart:

    sekarang banyak lo mas yang murah meriah, harga unlimited aja mulai 300an ribu
    tapi ya seperti kata pepatah jawa ” rego nggowo rupo ”
    🙂

  2. Di Indonesia segala sesuatunya emang serba mahal mas,kalo kita mau rombak wah susah bisa2 kelarnya sekitar 1 abad ke depan,what a pity negara kita yang ndak melek IT

  3. Mas mungkin engga, kita remote akses speedy kita dari rumah. Misalnya saya mempunyai warnet dan kita akan meremote dari rumah kita jika ada trouble. Mohon penjelasannya. Terima Kasih.

    Wendi Andriansyah

    bayu:

    bisa, soal remote me-remote bisa di lakukan, soalnya speedy dapet IP PUBLIC
    untuk seting remote ini, tergantung konfigurasi jaringan yang ada

  4. selama modem = support bridge bisa kok di buat ppp dial di mesin router. klo modem tdk support bridge ya nda bisa boss😀

  5. Punya warnet dengan speedy, dulunya saya coba-2 (5 unit komputer) ternyata dapat keuntungan lumayan besar, kemudian saya cari solusi agar saya dapat keuntungan lebih besar,ada temen yang nawarin pake layanan satu kali prabayar untuk akses 2 tahun, setelah saya hitung-hitung ternyata sangat murah…saya daftar di murahnet.com cuma ngasih identitas dan no tagihan telekom /bulan, wah sangat murah dan kini saya pakai speedy paket warnet suer murah bagt keuntungannya besar dengan bergabung dengan murahnet. layanan prabayar satu kali untuk akses internet bertahun-tahun..tx. moga bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: