Fail Over Webserver


cuman planning aja, sapa tau bermanfaat dan digunakan.
disini cuman menggunakan perangkat, situasi dan kondisi yang serba pas²an. meskipun pas² akan di gunakan secara maksimal😀

2 datacenter dengan 3 mesin.

1 datacenter di lokasi A
1 daacenter lagi di lokasi B

di lokasi A ada mesin A1 dan A2
di lokasi B ada mesin B1

mesin A1 sebagai DNS server dengan IP IPA1
mesin A2 sebagai webserver utama dengan IPA2
IPA1 dan IPA2 ber sabnet sama.

mesin B1 sebagai webserver backup dengan IPB1

rencana, nama domain XYZ.COM menggunakan NS di mesin A1 dan IP IPA1 dan pointing untuk webserver ke webserver utama yaitu mesin A2 dengan IP IPA2.

gambaran :
jika user mangakses web XYZ.COM, user akan memeriksa di inet, inet akan memeriksa domain XZY.COM menggunakan NS apa, jika sudah di ketahui NS’nya (mesin ber-IP IPA1), user akan di beritahu oleh NS kalo web XYZ.COM berlokasi di mesin yang ber-IP IPA2, kemudian user akan di berikan data web yang dimintanya tadi.

user XYZ.COM NS Webserver

nah bagaimana jika Web Server di IPA1 down atau mati ?

gampang, jawabnya adalah web server IPA1 akan di gantikan oleh webserver IPB1.

penjelasan singkat :
di sini IPA1 dipasang script bash sederhana untuk cek apakah webserver IPA1 bisa diakses atau tidak, dan mempunyai konfigurasi 2 NS record, yaitu untuk IPA1 dan IPB1.

jika script bash sederhana tadi melakukan tugasnya dengan baik, dia akan mengecek apakah IPA1 down atau tidak, jika down, akan menjalankan konfigurasi NS untuk IPB1.

akhirnya web XYZ.COM akan tetap bisa diakses oleh user.

tambahan :
IPB1 dinamakan backup, karena isinya sama dengan IPA1.
jika ada perlakuan khusus diantara keduanya, silahkan saja.🙂

contoh diatas digunakan untuk menjembatani masalah DNS ISP yang digunakan oleh user tidak update secara spontan.

kalo bisa, DNS server dalam hal ini beda datacenter, misal di mesin IPC1🙂, kenapa ? karena jika di datacenter A mati, otomatis layanan webserver XYZ.COM tidak akan bisa digunakan.

sekian ….

3 comments

  1. script bash sederhana itu dependencies-nya apa aja mas.?
    kamusde, apakah harus ada LAMP juga atau OS aja trus bisa di kasih script bash sederhana tersebut.

    ada info katanya pake nginx juga bisa dijadikan utk load balance, apakah bisa digabungkan dengan skenario tersebut diatas.?

  2. script bash itu semacam batch file mas, jadi cuman butuh bash aja, dan ini biasanya sudah ada bawaan linux, kecuali pake shell laene.

    untuk nginx, bisa juga di jadikan failover, ini rencana mo nambah tulisan soal ini🙂

  3. […] waktu respon bagi pengguna yang mengakses ke webserver akan lebih cepat, tanpa ada delay update DNS dari ISP pengguna. LD_AddCustomAttr("AdOpt", "1"); LD_AddCustomAttr("Origin", "other"); LD_AddCustomAttr("theme_bg", "ffffff"); LD_AddCustomAttr("theme_text", "656565"); LD_AddCustomAttr("theme_link", "707070"); LD_AddCustomAttr("theme_border", "c9d9e6"); LD_AddCustomAttr("theme_url", "516f86"); LD_AddCustomAttr("LangId", "1"); LD_AddCustomAttr("Autotag", "technology"); LD_AddCustomAttr("Tag", "lain%c2%b2"); LD_AddCustomAttr("Tag", "dns"); LD_AddCustomAttr("Tag", "fail-over"); LD_AddCustomAttr("Tag", "failover"); LD_AddCustomAttr("Tag", "server"); LD_AddCustomAttr("Tag", "web-proxy-server"); LD_AddCustomAttr("Tag", "webserver"); LD_AddSlot("wpcom_below_post"); LD_GetBids(); Like this:LikeBe the first to like this post. « Fail Over Webserver […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: